3 Januari 2026 - SMA Dharma Wanita Surabaya menerapkan konsep baru dalam pelaksanaan rapotan semester gasal. Berbeda dari biasanya, rapotan kali ini memberi ruang kepada siswa untuk mempresentasikan sendiri hasil belajar, refleksi diri, serta target ke depan secara langsung di hadapan orang tua, dengan didampingi wali kelas.
Ibu Kastin, S.Si selaku kepala sekolah SMA Dharma Wanita Surabaya menyampaikan bahwa konsep ini bertujuan agar siswa lebih memahami proses belajar yang telah mereka jalani. Dengan menyampaikan sendiri capaian dan kekurangannya, siswa diharapkan mampu menyadari hubungan antara kebiasaan yang dilakukan dengan hasil yang diperoleh.
“Harapannya dibuat model seperti ini adalah jika yang menyampaikan anaknya sendiri, dia akan menyadari bahwa ternyata hasil saya seperti ini, karena kemarin yang saya lakukan itu seperti ini,” ujar beliau.
Dalam pelaksanaannya, siswa mempresentasikan tiga poin utama, yaitu refleksi diri terhadap capaian dan kebiasaan belajar selama satu semester, rencana perbaikan ke depan, serta target yang ingin dicapai pada semester berikutnya. Proses ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk memiliki tujuan belajar yang jelas dan dilakukan atas kesadaran diri.
Konsep rapotan ini juga memberi ruang komunikasi yang lebih terbuka antara orang tua dan anak. Dengan menerapkan konsep ini, orang tua dapat mengetahui secara langsung apa keinginan serta tantangan yang dihadapi anak selama belajar di sekolah, sehingga dapat memberikan dukungan yang sesuai di rumah.
Pelaksanaan rapotan dengan konsep baru ini mendapatkan respon yang positif dari siswa dan orang tua. Banyak siswa terlihat antusias dan percaya diri saat mempresentasikan diri. Walau waktu lebih lama dibandingkan dengan rapotan dengan konsep yang lama, orang tua siswa merasa tidak keberatan dengan hal tersebut. Bahkan, tidak sedikit orang tua yang merasa terharu melihat kemampuan anak mereka.
“Terus ada juga yang sampai menangis, mungkin baru tau ternyata anaknya bisa presentasi, bisa menyampaikan sesuatu, ternyata capaiannya seperti ini. Jadi banyak orang tua yang terharu,” ujar beliau.
Meski berjalan lancar, sekolah juga mencatat beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam manajemen waktu. Antusiasme siswa dan orang tua membuat durasi presentasi menjadi lebih panjang dari yang direncanakan.
Kedepannya, SMA Dharma Wanita Surabaya akan tetap melanjutkan konsep rapotan ini dengan sejumlah penyesuaian, seperti penyederhanaan materi presentasi dan manajemen waktu yang lebih efektif agar kegiatan tetap berjalan tertib tanpa mengurangi makna dari diadakannya kegiatan rapotan tersebut.
“Pendidikan bisa berhasil jika antara orang tua, siswa, dan sekolah itu berada di lingkungan dan keinginan yang sama. Jika masing-masing jalan sendiri tidak akan mungkin berhasil,” tutupnya.
-Tim Media Smadhani & Tim Magang Media Smadhani-































No responses yet