Inovasi pembelajaran berbasis digital kembali membuktikan perannya dalam dunia pendidikan. Ahmad Syifaul Umam, M.Pd yang akrab disapa Pak Syifa, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Dharma Wanita Surabaya, berhasil meraih penghargaan Terbaik 2 Guru Sobat Teknologi Festival Jawa Timur dan berhasil meraih Juara 1 Lomba Game Pembelajaran PAI tingkat Provinsi Jawa Timur melalui karya berupa game interaktif untuk materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Prestasi ini berawal dari kegelisahan Pak Syifa ketika melihat metode pembelajaran konvensional yang dinilainya kurang mampu menarik minat siswa. Materi sejarah dalam PAI kerap dianggap membosankan, bahkan membuat siswa kurang fokus saat pembelajaran berlangsung. “Saya merasa pembelajaran itu gagal ketika siswa terlihat bosan atau tidak memperhatikan, terutama pada materi sejarah. Dari kegelisahan itu saya berpikir bagaimana pembelajaran PAI bisa lebih bermakna dan menyenangkan,” ujarnya.
Berangkat dari keresahan tersebut, Pak Syifa mulai merancang media pembelajaran interaktif berbentuk game. Game ini tidak hanya menyajikan materi, tetapi juga memadukan evaluasi dan refleksi pembelajaran. Siswa diajak memahami materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) melalui permainan, kemudian mengerjakan soal dan refleksi yang hasilnya dapat dipantau langsung oleh guru, sehingga proses belajar tetap terukur. Dalam proses pengembangannya, Pak Syifa menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perancangan visual hingga kendala teknis seperti data hasil belajar siswa yang gagal terkirim. Beliau memanfaatkan Canva AI sebagai platform utama, meski tetap harus merancang konsep, alur, dan visual game secara mandiri. Proses trial and error menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari inovasi tersebut. Meski sempat merasa ingin menyerah, Pak Syifa tetap melanjutkan pengembangan game hingga akhirnya dapat digunakan secara optimal dan diikutsertakan dalam perlombaan. Konsistensi serta fokus pada kepentingan siswa menjadi faktor utama keberhasilannya meraih juara.
“Selama targetnya agar siswa memahami materi dan senang belajar PAI, proses yang sulit harus tetap dijalani,” katanya. Lebih jauh, Pak Syifa menilai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan kebutuhan di era digital. Menurutnya, siswa tidak bisa dilepaskan dari gawai dan internet, sehingga pendidikan agama Islam juga harus hadir dan berperan di ruang tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi jika diarahkan dengan tepat dapat menjadi sarana penguatan nilai - nilai keislaman dan pembentukan karakter siswa. Beliau berharap inovasi ini dapat menginspirasi guru lain untuk berani mencoba hal baru.
Bagi Pak Syifa, inovasi harus berawal dari kegelisahan dan kemauan untuk terus belajar. Keberhasilannya tidak hanya menjadi kebanggaan bagi SMA Dharma Wanita Surabaya, tetapi juga menunjukkan bahwa pembelajaran pendidikan agama Islam dapat dikemas secara kreatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensi nilai - nilai keislaman.




No responses yet