SMADHANI TERAPKAN UPACARA BENDERA RUTIN DENGAN MENGUSUNG KONSEP BARU

2 Februari 2026 - SMADHANI mulai menerapkan upacara bendera secara rutin setiap hari Senin. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari himbauan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang mewajibkan sekolah-sekolah di bawah naungannya untuk kembali melaksanakan upacara bendera secara rutin.

Ibu Khomarul Ainiyah, S.S., S.Pd menyampaikan bahwa sebelumnya upacara bendera di SMADHANI tidak dilaksanakan setiap minggu. Upacara biasanya dilakukan satu bulan sekali atau pada peringatan hari besar nasional. Namun, setelah adanya surat edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, sekolah menyesuaikan pelaksanaannya.

“Karena himbauan ini keluar/disampaikan langsung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, maka mau tidak mau karena kita bagian naungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur harus melaksanakan itu. Jadi mulai minggu ini pelaksanaan upacara tidak hanya dilaksanakan 1 bulan sekali, tapi setiap hari senin,” ujar beliau.

Dalam penerapannya, SMADHANI mengusung konsep baru agar pelaksanaan upacara tidak mengganggu proses pembelajaran, khususnya pada jam pelajaran awal. Upacara bendera dilaksanakan secara bergantian per jenjang, sehingga tidak seluruh siswa mengikuti upacara secara bersamaan.

“Kita berkeputusan untuk melaksanakan upacara bendera itu per jenjang. Misalnya minggu ini dilakukan jenjang kelas XI, minggu depan dilakukan oleh jenjang kelas X. Nah jenjang-jenjang yang lain dalam hal ini kelas XII dan kelas X sesuai dengan hari ini pelajaran seperti biasa. Sebenarnya perubahannya di teknik pelaksanaan saja,” ujar beliau.

Pelaksanaan upacara dengan konsep tersebut berjalan lancar dan tidak mengganggu proses pembelajaran. Kelas-kelas yang berada di gedung baru juga tetap dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan kondusif.

Guru-guru yang tidak memiliki jadwal mengajar di pagi hari diwajibkan mengikuti upacara bendera. Sementara guru yang memiliki jam mengajar tetap masuk kelas untuk menjaga ketertiban siswa selama pembelajaran berlangsung.

Selain itu, dalam upacara rutin ini juga diterapkan pembacaan ikrar pelajar. Ikrar tersebut muncul setelah adanya surat edaran pelaksanaan upacara setiap hari Senin. Namun, SMADHANI melakukan penyesuaian isi ikrar agar lebih sesuai dengan kondisi dan nilai yang diterapkan di sekolah.

Amanat upacara juga membahas peninjauan penggunaan handphone dan internet di kalangan siswa. Hal ini didasarkan pada surat edaran dari Sekretaris Daerah yang menghimbau sekolah untuk lebih memperhatikan penggunaan handphone oleh peserta didik.

Selain peninjauan penggunaan handphone, sekolah juga kembali menggalakkan program meminimalisir sampah plastik di lingkungan sekolah. Program ini sejalan dengan arahan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Langkah awal yang dilakukan adalah membiasakan siswa membawa tumbler dan kotak makan sendiri. Untuk mendukung program tersebut, sekolah melibatkan berbagai pihak, mulai dari kantin, wali kelas, guru, orang tua, hingga pimpinan sekolah agar pelaksanaannya dapat berjalan bersama-sama.

Melalui penerapan upacara bendera rutin, peninjauan penggunaan handphone dan internet, serta program pengurangan sampah plastik, SMADHANI berharap kegiatan sekolah dapat berjalan lebih tertib dan berdampak positif.

“Harapannya bisa meminimalisir sampah plastik itu saja targetnya awal. Kemudian terkait penggunaan HP, target kita yang paling penting adalah mematangkan cara berpikir anak-anak disini untuk lebih bijak menggunakan medsos, menggunakan HP, menggunakan internet karena kembali lagi aturan yang sebelumnya kita lakukan sekarang sudah tidak diterapkan. Dan yang pasti kedisiplinan dari pelaksanaan upacara bendera benar-benar bisa kita dapatkan atau kita lihat,” tutupnya.

- Tim Media SMADHANI & Tim Magang Media SMADHANI -

CATEGORIES:

Uncategorized

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *