28 Februari 2026 - Bulan Ramadan merupakan bulan yang suci dan penuh dengan keberkahan bagi umat Islam. Umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa mulai dari terbitnya fajar, hingga terbenamnya matahari, serta meningkatkan ibadah seperti tadarus Al-Quran, salat Tarawih hingga sedekah kepada sesama makhluk hidup. Bulan suci Ramadan ini menjadi momen penyucian jiwa dan peningkatan takwa bagi seluruh umat Islam. Momen penuh keberkahan ini dimanfaatkan oleh SMA Dharma Wanita Surabaya dengan menyelenggarakan Pondok Ramadan selama 2 hari 1 malam, pada tanggal 26-27 Februari untuk jenjang kelas XII dan tanggal 5-6 Maret untuk jenjang kelas X dan XII.
Pondok Ramadan tahun ini mengusung tema, “Ramadan 1447 H, Bulan Pembinaan Iman, Bina Ilmu dan Akhlak Mulia”. Sesuai dengan tema yang diusung, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini yakni meningkatkan iman dan takwa siswa-siswi Smadhani di bulan suci Ramadan. Ketepatan Ramadhan merupakan bulan yang mulia dapat menjadi tempat belajar untuk lebih meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan menambah ilmu bagi peserta didik.
Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi siswa-siswi selama menempuh pendidikan di SMA Dharma Wanita Surabaya. Pengalaman selama tiga tahun belajar, termasuk dengan mengikuti kegiatan Pondok Ramadan diharapkan dapat menjadi fondasi ketika mereka melanjutkan ke jenjang berikutnya dan terjun ke masyarakat.
“Kita berharap dengan tiga tahun yang pernah mereka alami disini itu menjadi bekal minimal pengalaman mereka untuk menapaki di tahun-tahun berikutnya, itu yang paling utama” ujar Bapak Abdul Wahib, S.Ag., S.PdI selaku Ketua Pelaksana kegiatan Pondok Ramadan.
Selain sebagai upaya pembinaan internal sekolah, penyelenggaraan Pondok Ramadan juga bagian dari program yang dianjurkan oleh Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan sebagai bentuk peningkatan iman dan takwa peserta didik. Dalam pelaksanaannya, kegiatan Pondok Ramadan tetap mengacu pada materi yang telah ditetapkan, yakni konsep “Cinta” yang mencakup sembilan nilai.
Mulai dari Cinta Puasa, Cinta Ibadah, Cinta Mengaji, Cinta Menulis dan Etika Digital, Cinta Orang Tua dan Keluarga, Cinta Menulis Al-Quran, hingga Cinta NKRI. Penanaman nilai cinta tanah air menjadi salah satu fokus penting, mengingat kepedulian generasi muda terhadap bangsa dinilai perlu terus diperkuat. “Karena dilihat para pemuda saat ini kecintaan terhadap negaranya dirasa menurun, sehingga perlu diberikan juga dalam Pondok Ramadan,” jelas Pak Abdul.
9 materi ini dikemas dalam bentuk yang variatif, tidak hanya terpaku dalam ceramah tetapi menggunakan metode yang menyenangkan agar peserta didik tidak bosan, salah satu contohnya adalah pemutaran film dalam menunjang penyampaian materi. Kepada siswa-siswi Smadhani, khususnya bagi kelas XII yang mengikuti Pondok Ramadan untuk terakhir kalinya. Pak Abdul menyampaikan pesan penuh harap. Beliau meyakini bahwa, meskipun kegiatan ini tergolong singkat, tetap ada nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadi insya allah meskipun materinya sederhana tapi mudah untuk bisa dicerna. Inginnya Pak Abdul mereka bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya kalau sholat Qiyamul Lail yang dilakukan jam 2 dini hari dengan melaksanakan sholat Tahajjud, Hajat, dan Tasbih juga sholat Taubat. Semoga mereka bisa melakukan diluar Ramadan nanti dengan istiqomah” ujar beliau.
Melalui kegiatan Pondok Ramadan ini, SMA Dharma Wanita Surabaya tidak hanya berupaya meningkatkan aspek akademik siswa, tetapi juga membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak, serta memiliki kecintaan terhadap ilmu, agama, dan tanah air.
-Tim Media Smadhani-









No responses yet